Majalah New Scientist edisi 18 Februari melaporkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berbasis di Jenewa, di bawah tekanan politik, mengeluarkan sebuah laporan yang menegaskan bahwa ganja lebih aman daripada alkohol ataupun tembakau. Laporan itu, yang menjadi bagian dari ringkasan laporan WHO tentang Ganja (dirilis pada bulan Desember), dilaporkan dihapus di bawah tekanan dari US National Institute on Drug Abuse dan PBB Internasional Program Obat Kontrol, yang mengatakan kepada WHO bahwa dimasukkannya bagian itu akan "bermain ke tangan kelompok kampanye untuk melegalkan ganja."
Menurut New Scientist (yang salinan laporan bocor) penjelasan resmi mengenai pengecualian laporan tersebut adalah karena "keandalan dan pentingnya kesehatan masyarakat dari perbandingan itu seperti diragukan." Tapi New Scientist melaporkan bahwa orang dalam juga memberitahu mereka bahwa laporan itu ilmiah.

